Membaca Al-Qur’an dengan Tartil
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Tadabbur Al-Qur’an
Bersama Rumah Qur'an Ummul Mukminin ’Aisyah
Al-Qur’an diturunkan bukan sekadar untuk dibaca, tetapi untuk ditadabburi, dihayati, dan diamalkan. Salah satu adab utama dalam membaca Al-Qur’an adalah membacanya dengan tartil.
Allah ﷻ berfirman:
وَرَتِّلِ الْقُرْآنَ تَرْتِيلًا
Wa rattilil-qur’āna tartīlā
“Dan bacalah Al-Qur’an itu dengan tartil.”
(QS. Al-Muzzammil: 4)
Asbābun Nuzūl
Ayat ini turun pada masa awal kenabian di Makkah, ketika Rasulullah ﷺ:
- Diperintahkan qiyamul lail (shalat malam),
- Membaca Al-Qur’an dalam waktu yang panjang dan penuh kesungguhan.
Dalam kondisi itu, Allah mengarahkan cara membaca yang benar. Bukan sekadar banyak ayat, tapi bacaan yang tenang, teratur, dan meresap ke hati. Perintah ini sekaligus:
- Menenangkan Nabi ﷺ,
- Menguatkan jiwa beliau,
- Mempersiapkan mental dan spiritual untuk amanah dakwah yang berat.
Tafsir
رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ يَوْمَ فَتْحِ مَكَّةَ عَلَى نَاقَتِهِ يَقْرَأُ سُورَةَ الْفَتْحِ فَرَجَّعَ فِي قِرَاءَتِهِ
Ra’aytu Rasūlallāhi ﷺ yawma Fatḥi Makkata ‘alā nāqatihī yaqra’u sūratal-Fatḥi fa-rajjā‘a fī qirā’atihī.
“Aku melihat Rasulullah ﷺ pada hari penaklukan Kota Makkah, beliau menunggang untanya sambil membaca Surah Al-Fatḥ, dan beliau melakukan tarjī‘ (mengulang-ulang bacaan dengan perlahan).”
(HR. al-Bukhārī dan Muslim, dari ‘Abdullāh bin Mughaffal r.a.)
‘Ali bin Abi Thalib r.a. berkata:
التَّرْتِيلُ تَجْوِيدُ الْحُرُوفِ وَمَعْرِفَةُ الْوُقُوفِ
At-tartīlu tajwīdul-ḥurūfi wa ma‘rifatul-wuqūf.
Tartil adalah membaguskan (meluruskan) huruf-huruf dan mengetahui tempat-tempat berhenti (waqaf).
Tartil bukan sekadar keindahan suara, tetapi kehadiran hati dan pemahaman makna. Dengan tartil, ayat-ayat Al-Qur’an lebih meresap ke dalam hati, menumbuhkan harapan saat membaca ayat janji dan rasa takut saat membaca ayat berisi peringatan.
Membaca dengan tergesa-gesa atau hanya mengejar irama tanpa memahami makna menunjukkan kurangnya perhatian terhadap isi Al-Qur’an.
Dalam tahsin, kita tidak mengejar cepat, tetapi kebenaran bacaan. Setiap kesalahan yang diperbaiki adalah bentuk adab dan kesempatan belajar. Membetulkan makhraj, panjang-pendek, dan waqaf melatih kesabaran serta kerendahan hati.
Ingin belajar atau memperbaiki bacaan Al-Qur’an dengan bimbingan yang terarah dan berkelanjutan?
Bergabunglah bersama RQUMA dan tumbuhkan cinta kepada Al-Qur’an.
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Komentar
Posting Komentar