Sejarah Al-Qur'an
Al-Qur’an adalah kitab suci umat Islam yang diturunkan Allah SWT kepada Nabi Muhammad ﷺ sebagai petunjuk bagi seluruh manusia. Sejarah Al-Qur’an mencakup proses turunnya wahyu, penjagaan melalui hafalan dan tulisan, hingga pembukuan mushaf yang kita baca saat ini. Keistimewaannya terletak pada penjagaan langsung dari Allah serta periwayatan yang mutawatir sepanjang zaman.
Al-Qur’an diturunkan secara bertahap selama ±23 tahun (13 tahun di Makkah dan 10 tahun di Madinah). Wahyu pertama turun di Gua Hira tahun 610 M melalui Malaikat Jibril, diawali ayat Iqra’ (QS. Al-‘Alaq: 1–5).
Ayat-ayat Makkiyah menekankan tauhid, keimanan, hari akhir, dan pembinaan akhlak. Ayat-ayat Madaniyah banyak memuat hukum syariat, muamalah, keluarga, dan kehidupan bermasyarakat serta negara.
Al-Qur’an dijaga melalui dua cara utama: hafalan para sahabat dan penulisan wahyu. Nabi ﷺ menunjuk penulis wahyu seperti Zaid bin Tsabit, Ali bin Abi Thalib, Mu’awiyah bin Abi Sufyan, dan lainnya.
Ayat ditulis di pelepah kurma, kulit, tulang, dan batu tipis. Nabi ﷺ juga langsung membimbing bacaan para sahabat serta menetapkan susunan ayat dan surat berdasarkan wahyu dari Allah.
Setelah wafatnya Nabi ﷺ, banyak penghafal Al-Qur’an gugur dalam Perang Yamamah. Umar bin Khattab mengusulkan pengumpulan Al-Qur’an agar tidak hilang.
Khalifah Abu Bakar menugaskan Zaid bin Tsabit mengumpulkan Al-Qur’an dalam satu mushaf dengan metode sangat ketat: setiap ayat harus disaksikan hafalan sahabat dan bukti tulisan. Mushaf ini disimpan oleh Abu Bakar, kemudian Umar, lalu Hafshah binti Umar.
Ketika Islam meluas ke berbagai wilayah, muncul perbedaan dialek bacaan. Khalifah Utsman membentuk tim dipimpin Zaid bin Tsabit untuk menyalin mushaf standar berdasarkan mushaf Hafshah.
Mushaf standar ini dikenal sebagai Mushaf ‘Utsmani dan dikirim ke berbagai daerah seperti Makkah, Kufah, Basrah, dan Syam. Langkah ini menjaga kesatuan bacaan umat Islam hingga sekarang.
Pada masa tabi’in dan ulama setelahnya berkembang berbagai disiplin ilmu Al-Qur’an seperti:
- 📘 Ilmu Tajwid (kaidah membaca)
- 📖 Ilmu Qira’at (ragam bacaan sahih)
- 🧭 Tafsir Al-Qur’an
- 📜 Asbābun Nuzūl (sebab turunnya ayat)
- ✍️ Rasm dan Dhabt (penulisan, harakat, tanda baca)
Penambahan titik huruf dan harakat dilakukan pada masa berikutnya untuk memudahkan kaum Muslimin non-Arab membaca Al-Qur’an dengan benar tanpa mengubah teks aslinya.
Hingga hari ini, Al-Qur’an tetap terjaga melalui hafalan mutawatir jutaan Muslim serta keseragaman mushaf di seluruh dunia.
(QS. Al-Hijr: 9)
Komentar
Posting Komentar